Baju Seragam Kerja Berikut Tips nya

Baju Seragam Kerja

Bagi sebuah instansi, baju seragam bisa menjadi jati diri instansi tersebut dan bagi karyawannya bisa menjadi kebanggaan ketika mengenakannya. Oleh karena itu, ketika sebuah instansi memutuskan untuk membuat  baju seragam kantor, ada baiknya bagian HRD atau human resources department mengadakan survey ke lapangan.

Ada beberapa hal yang patut dijadikan acuan untuk membuat baju seragam kerja, mulai dari kenyamanan ketika dipakai, pemilihan bahan yang sesuai kondisi lingkungan kerja, model yang cocok sampai dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Ketika pegawai hanya berkisar 10 orang, mungkin membuat  seragam kerja tidak akan begitu rumit, namun ketika pegawainya mencapai ratusan, ini patut direncanakan matang-matang.

Kalau dilihat-lihat lebih jeli, setiap jenis perusahaan mempunyai seragam dengan ciri khas masing-masing yang menandakan bahwa orang dengan seragam seperti itu bekerja di jenis perusahaan yang itu. Contohnya adalah perusahaan tekstil. Entah mengapa kebanyakan dari pabrik-pabrik tekstil pasti menggunakan seragam berwarna biru. Jika anda penasaran, anda bisa lihat didaerah Ranca Ekek, kabupaten Bandung pas di jam bubar pabrik sekitar pukul 14.00 WIB. Hampir seluruh karyawan pabrik tekstil tersebut mengenakan kemeja berwarna biru muda. Dari sekian banyak karyawan, anda tidak akan bisa membedakan mana karyawan pabrik A dan mana karyawan pabrik B.

Contoh yang kedua adalah pegawai bank. Walau memilih warna yang berbeda, namun seragam pegawai bank rata-rata terdiri dari kemeja, dasi, rok atau celana panjang dan jas (blazer). Ketika anda bertemu dengan seseorang yang berpakaian seperti itu, anda pasti akan langsung menebak bahwa dia bekerja di sebuah bank. Bahkan ketika anda melihat warnanya saja, biasanya sudah bisa langsung menebak dari bank mana. Menggunakan jas atau blazer untuk pegawai bank memang sangat cocok karena mereka bekerja didalam gedung dengan pendingin ruangan, sehingga mereka nyaman-nyaman saja menggunakan blazer/jas sepanjang hari.

BACA JUGA >> SERAGAM KANTOR

Contoh yang ketiga adalah industri pertelevisian. Entah dengan alasan apa mereka rata-rata menggunakan warna hitam atau biru tua, mungkin untuk terlihat lebih gagah atau mungkin juga agar ketika kotor tidak mudah terlihat. Dari sekian stasiun tivi, hanya satu yang menggunakan seragam berwarna merah. Jika dilihat dari modelnya, rata-rata mereka menggunakan bahan katun yang agak tebal untuk atasan dengan saku yang lebih dari satu, sedangkan untuk bawahannya kebanyakan celana panjang atau model cargo sedangkan untuk perempuannya ada yang rok atau celana panjang.

Itulah ketiga contoh baju seragam kerja yang umum digunakan oleh jenis industry tertentu. Dari contoh-contoh diatas bisa diambil kesimpulan bahwa:

  1. Jika kantor perusahaan anda mempunyai pendingin ruangan, tidak ada salahnya menggunakan seragam yang formil dengan menggunakan blazer. Karena tidak bisa disangkal jika menggunakan blazer, karyawan anda akan terlihat formal, rapi dan profesional. Hal ini sangat cocok digunakan bagi yang bekerja didalam ruangan.
  2. Bagi yang banyak bekerja di lapangan, pilihlah bahan katun agar menyerap keringat namun tebal agar tahan lama.
  3. Jika bekerja didalam kantor yang tidak mempunyai pendingin ruangan, lebih baik memilih seragam yang simple seperti kemeja dan celana panjang untuk laki-laki atau rok untuk wanita. Untuk wanita atasannya bisa dibuat semodis mungkin asalkan tidak bertumpuk-tumbuk karena akan membuat panas.

Demikian baju seragam kerja yang bisa dijadikan bahan pertimbangan, jika anda masih bingung bisa langsung berkonsultasi dengan fashiongarmen.com, silakan menghubungi cek >> SERAGAM KERJA

CONTOH PORTOFOLIO